Endlessly – why??!

“Iya aku sedang di jalan, sebentar lagi sampai… Taksi.. Mm, dua kotak… Ne, arraseo.. Ne..”

Leeteuk baru saja menelepon Hana, memastikan gadis itu sudah berada di dalam perjalanan untuk membawakan dua pasang sepatu yang tertinggal di dorm. Super Junior sedang melakukan pemotretan untuk cover album terbaru mereka, Mr.Simple. Sepatu-sepatu itu akan digunakan untuk pemotretan hari ini, dan entah kenapa bisa tertinggal. Hana sendiri juga enggan untuk bertanya. Otaknya terlalu lelah untuk mencerna penjelasan tentang sepatu dari Leeteuk.

Hana menghela nafas. Sebenarnya hari ini ia tidak ingin beranjak dari tempat tidurnya. Ia ingin benar-benar beristirahat. Ia merasa jiwanya sedang tidak berada di dalam tubuhnya. Ia lelah. Sebulan terakhir ini ia terus berlatih siang dan malam untuk mengimbangi dancer-dancer Super Junior yang lain. Tapi 15 menit yang lalu tiba-tiba saja Leeteuk memintanya untuk membawakan kotak-kotak sepatu itu, dan Hana tidak akan pernah bisa menolak permintaan kakak sepupunya itu. Baginya Leeteuk adalah sosok pria yang sempurna, dan dengan cara apapun Hana akan menutupi ketidak sempurnaan Leeteuk dengan kemampuannya, seperti saat ini.

Tanpa Hana sadari taksi yang ditumpanginya sudah sampai di tempat pemotretan. Saat hendak masuk, seorang petugas keamanan menahannya karena ia tidak bisa menunjukkan tanda pengenal staf pemotretan Super Junior. Hana berusaha menghubungi Leeteuk, tapi tidak diangkat. Kemungkinan sang leader sedang melakukan pemotretan.

“Tolong ijinkan aku masuk, aku adik dari Leeteuk-ssi. Leeteuk-ssi harus memakai sepatu ini untuk pemotretan. Ia sudah menungguku sejak tadi.. Jebal..

“Haha Agashi, kalau kau adik Leeteuk, aku adalah kakak Lee Donghae!!”

“Aku juga dancer SM Entertainment, tolong ijinkan aku masuk..”

Agashi! Tadi kau bilang kau adik Leeteuk-ssi, sekarang kau bilang kau adalah dancer SM Entertainment. Kau hanya fans yang ingin bertemu dengan Super Junior bukan? Pergilah! Ini bukan tempat untuk bermain-main!” Petugas itu mendorong Hana menjauhi pintu masuk. Hana sudah tidak punya tenaga untuk melawannya. Matanya berkaca-kaca. Ia berusaha menelepon kembali Leeteuk, tapi hasilnya nihil, tidak diangkat.

“Hana-ya!” Seseorang menepuk bahu Hana pelan. “Sedang apa disini?”

“Eunhyuk oppaaaaa!” Hana langsung memeluk Eunhyuk erat. Pertahanannya runtuh. Tangisnya pecah. Eunhyuk yang tidak tahu-menahu apa yang terjadi hanya bisa membalas pelukan Hana, mengusap punggung gadis itu, menenangkannya.

Ya.. Waeyo?? Uljima Hana-ya..” Eunhyuk menunggu Hana tenang. Sesekali ia mengusap kepala Hana.

“Itu.. Ahjussi itu.. Dia tidak percaya kalau aku dancer SM.. Ia bilang aku hanya fans yang ingin bertemu Super Junior..” Hana akhirnya buka suara setelah merasa sedikit tenang, tapi tangan kanannya tidak beranjak dari pelukan Eunhyuk. Ia hanya menggunakan tangan kirinya yang juga memegang paper bag ke arah petugas keamanan yang sedang memperhatikan mereka.

“Gadis ini memang dancer SM Entertainment. Dancer Super Junior lebih tepatnya.” jelas Eunhyuk pada si petugas.

“Ia juga tidak percaya saat aku bilang aku adik Teuki oppa. Dia mendorongku, menyuruhku pergi..” lanjut Hana.

“Tapi nona ini tidak bisa menunjukkan kartu identitas staf pemotretan hari ini Tuan Lee. Mohon maaf.” Petugas itu membela diri.

“Sshh. Tenanglah Hana-ya. Ayo kita masuk.” Eunhyuk merangkul Hana masuk, ia juga membawakan paper bag berisi sepatu Leeteuk. Sebelum perti, Eunhyuk sempat mengatakan sesuatu pada si petugas.

Ahjussi. Gadis ini benar-benar adik Leeteuk-ssi. Ia baru saja datang dari Amerika, jadi mungkin Anda tidak mengenalinya. Tapi tidak seharusnya Anda bertindak kasar, sekalipun gadis ini adalah fans Super Junior. Tanpa fans, Super Junior bukanlah siapa-siapa. Jadi tolong bersikaplah lebih manusiawi. Leeteuk-ssi akan sangat marah jika ia mengetahui hal ini.” ucap Eunhyuk. Petugas keamanan itu menundukkan kepalanya tanpa bisa berkata-kata.

Leeteuk yang melihat Hana masuk bersama Eunhyuk langsung menghampiri mereka berdua. “Kau sudah datang? Bawa sepatu yang ku minta?” Hana mengangguk dan menunjuk paper bag yang dibawakan Eunhyuk. “Eh, kenapa matamu merah? Kau habis menangis Hana-ya?” Leeteuk kini khawatir. Hana bukan tipikal gadis yang mudah menangis. “Eunhyuk-ahh, kau apakan adikku hah??”

“Bukan aku hyung. Aku bertemu dengan Hana di depan pintu.” Eunhyuk membela diri.

“Eunhyuk oppa tidak salah, bahkan dialah yang menolongku..” Hana menghela nafas. “Ahjussi penjaga pintu itu tidak membiarkanku masuk. Dan aku sudah terlalu lelah untuk berdebat dengannya. Maaf aku terlalu emosional.” jelas Hana. Leeteuk langsung memeluknya. “Mianhae.. Oppa tidak tahu kau lelah dan malah memintamu datang kemari, mianhae..” Hana mengangguk.

Eunhyuk mengambil sekotak tissue dan sebotol air mineral. Diberikannya tissue itu pada Hana. “Leeteuk-ssi, pemotretan akan dilanjutkan.” sahut salah seorang staf. Leeteuk mengangguk, sebelum pergi ia meminta Eunhyuk untuk menemani Hana.

“Tunggulah disini bersama Eunhyuk. Oppa harus pergi.”

Oppa fighting!!” Hana kembali ceria. Leeteuk tersenyum, melambaikan tangannya.

Gwenchana?” tanya Eunhyuk tiba-tiba.

Ne, gwenchanayo..

Jinjjayo? Kau terlihat pucat. Apa kau sakit? Minumlah..” Eunhyuk menyerahkan air mineral di tangannya pada Hana.

“Aku hanya kelelahan. Kurang tidur dan jadwal makanku tidak teratur.” jawab Hana.

Eunhyuk memegang dahi Hana, mengukur suhu tubuhnya. “Kurasa kau demam. Kau punya obat demam?” Hana menggeleng. “Sudah makan?” Pertanyaan ini lagi-lagi dijawab dengan gelengan kepala. Eunhyuk membuka tasnya, mengeluarkan sebuah kotak dimana ia menyimpan obat-obatan pribadinya, juga sepotong sandwich yang belum sempat ia makan. “Makan ini dulu.” Eunhyuk memberikan sandwich pada Hana. “Kau harus minum obat agar obatnya bisa bekerja.”

Hana membuka bungkusan sandwich, kemudian memakannya. “Oppa, kau membawa apa saja di dalam situ? Tasmu sudah seperti tas Doraemon. Hahaha.” Celotehan Hana membuat Eunhyuk ikut tertawa ringan. Gadis ini masih bisa tertawa dengan kondisi tubuh seperti itu.

“Seorang dancer dan penyanyi harus selalu membawa makanan dan obat-obatan pribadi. Obat demam, flu, sakit kepala, plester, juga perban. Kita tidak pernah tahu kapan kita terluka, jadi hal-hal semacam itu harus selalu siap sedia.” jelas Eunhyuk. Hana mengangguk-angguk tanda mengerti.

“Kau tidak ikut pemotretan?” tanya Hana.

“Bagianku sudah selesai tadi pagi. Aku orang pertama yang melakukan pemotretan.”

“Aku tidak suka gaya rambutmu. Kau terlihat… aneh.” ucap Hana setelah menemukan kata yang tepat untuk gaya rambut pirang Eunhyuk yang menutupi matanya.

“Jangankan kau, akupun tidak suka. Gaya rambut ini sedikit mengganggu pengelihatanku. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Konsepku seperti ini.”

Ah arraseo.. Kenapa konsep Siwon oppa seperti itu?” Hana tiba-riba menunjuk Siwon yang sedang berpose dengan mantel merah, dan celana hijau pendek ketat. Siwon bahkan tidak memakai atasan lain sebagai dalaman sebelum mantel, sehingga Hana bisa melihat jelas chocolate absnya.

“Karena ia bangga dengan tubuh indahnya. Bukankah ia selalu melakukan itu jika sedang menginap di dorm? Kau tidak pernah melihatnya?” tanya Eunhyuk.

“Untungnya tidak. Tapi aku tidak suka pria dengan tubuh berotot besar seperti itu. Aku malah lebih suka tubuhmu, oppa..”

Hening. Tidak ada jawaban dari Eunhyuk. Hana menatap Eunhyuk dan mendapati pria itu sedang memandanginya dengan mulut terbuka. Ia baru menyadari bahwa ia mengatakan sesuatu yang salah.

O-oppa.. Aniyeo.. Maksudku aku tidak suka tubuh yang terlalu besar. Aku lebih suka tubuh yang tidak terlalu besar, tapi berotot seperti tubuhmu. Jangan berpikiran macam-macam.” Hana memukul lengan Eunhyuk.

Eunhyuk tertawa. Sekilas kalimat Hana tadi mengandung dua makna. Ia tahu Hana tidak berpikiran yadong. Tapi mau tidak mau Eunhyuk tersenyum senang. Ada bagian dari dirinya yang disukai Hana. Hana menyukai tubuhnya.

“Jangan terlalu banyak menghabiskan waktu di gym. Nanti otot-ototmu jadi terlalu besar, dan ELF tidak suka.” protes Hana sambil memasukkan potongan terakhir sandwich ke dalam mulutnya.

“Arraseo..” Eunhyuk memberikan sebuah kapsul dan air mineral pada Hana. “Setelah minum itu, kau akan merasa lebih baik.”

Hana mengangguk, menuruti perintah Eunhyuk meminum obat itu dan menghabiskan setengah botol air mineral. “Gomawo..” ucapnya.

“Untuk?”

“Menolongku hari ini, sandwich, juga obatnya. Sandwichnya enak.” Hana memberikan senyum terbaiknya.

“Tidak usah sungkan seperti itu. Kita kan bukan dua orang yang baru saja saling mengenal. Hahaha.” Eunhyuk mengacak-acak poni Hana. “Aku ke toilet sebentar. Tunggu disini. Jangan kemana-mana.” Eunhyuk berlari ke arah toilet meninggalkan Hana sendirian. Sepuluh menit kemudian ia kembali ke tempat itu.

“Hana-ya, aku kem..” Eunhyuk tidak melanjutkan kalimatnya. Ia melihat seorang pria menggantikannya duduk di kursi yang ia tempati tadi. Hana bersandar di bahu pria itu, tersenyum mendengarkan apa yang dikatakan olehnya, dan terkadang terlihat tertawa ringan. Pria itu juga mengusap rambut Hana lembut. Pemandangan yang membuat hati Eunhyuk terasa sakit. Mati-matian Eunhyuk menyangkal pemandangan di depannya terlihat sangat romantis seperti apa yang sering dilihatnya di drama-drama. Mereka berdua terlihat sangat serasi. Kenapa harus Lee Donghae? Kenapa harus sahabat terbaiknya yang berada di sisi Hana? Kenapa bukan dia?

[To be continued]

Hello!

Finally FF ini selesai.. Special thanks to Kak Ai yang udah mau ngasih komentar dan ngedengerin ide-ide cerita-cerita yg munculnya kadang-kadang ga tau diri, tengah malem, bahkan subuh-subuh. Thanks a lot. :*

Makasih buat temen-temen yang udah meluangkan waktu buat baca tulisanku disini.. Aku harap temen-temen juga bisa meluangkan sedikit waktu juga kata-kata buat ngasih komentar di cerita ini, Endlessly dan You juga.. Tolong jangan cuma komentar di TRI3, tapi di FF yg non-TRI3 juga dikomentarin. ^^

Untuk sementara FF The Romantic & Idol Season III aku pending dulu, masih mikirin siapa yang cocok sama siapa, enaknya gimana ketemuannya walaupun di part sebelumnya udah dijelasin cewek-cewek cantik itu milih tempat pertemuannya dimana. Tolong lebih bersabar yaa.. ^^

Merci Beaucoup :3

6 thoughts on “Endlessly – why??!

  1. Tiba tiba donghae mesra sama hana ciw eunhyuk cemburu ama hana atau donghae eh

    Aku juga lebih suka badanmu nyukkkk lol #dipelototinsiwon

    bagus kok cuma ya karena chapter kali ya jadi di awal masih datar belum ada lonjakan emosi (?) pas akhir bigung kenapa dipotongggggg kan asik tuh donghae eunyuk berantem terus baru di cut #abaikan

    keep fighting ! maaf komennya agak aneh hwhwhw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s