Endlessly – Hello!

– SM Building, May 2011; 07:50 AM –

“Ah jinjja.. Apa-apaan ini, Teuki hyung memang menyebalkan! Bagaimana bisa dia menyuruhku datang ke gedung SM sepagi ini? Kenapa leader cerewet itu tidak bisa membiarkanku tidur lebih lama?” Eunhyuk menggerutu kesal. Dengan malas ia melangkahkan kakinya menuju ruangan Lee Soo Man. “Tapi kenapa aku disuruh ke ruangan sajangnim? Apa aku membuat kesalahan? Ah, aniyo, aniyo!”

Eunhyuk menghela nafas panjang kemudian mengetuk pintu, namja itu melangkahkan kakinya ke dalam ruangan CEO SM Entertainment setelah mendengar sahutan dari si empunya.

Annyeong haseyo sajangnim! ” sahut Eunhyuk lengkap dengan gummy smilenya. Rasa kesalnya pada Leeteuk tadi seketika hilang digantikan rasa gugup. Ia juga mendapati sang leader duduk di salah satu kursi bersama seorang gadis yang tidak terlalu jelas terlihat karena posisinya sedikit tertutup oleh tubuh Leeteuk.

“Eunhyuk-ssi!” suara Lee SooMan membuat Eunhyuk kembali mengalihkan fokus pada CEO SMent tersebut. “Aku ingin memperkenalkan seseorang padamu. Dia baru saja kembali dari luar negeri. Tolong kau ajari dia.” ujar Lee SooMan sambil tersenyum.

“Eh?? Saya?” Hanya kata itu yang keluar dari mulut Eunhyuk.

“Benar. Ia akan bergabung dengan tim dancer Super Junior. Kau akan jatuh cinta setelah melihat bakat menarinya, dia adalah salah satu anak kesayanganku.” lanjutnya.

“Ne sajangnim..” Eunhyuk mengangguk paham. Dalam hati ia berpikir, anak kesayangannya? Kenapa tidak ia debutkan saja kalau memang ia sangat menyukainya. Aneh sekali..

Annyeong haseyo Eunhyuk oppa!” Gadis itu maju beberapa langkah. Kini Eunhyuk bisa melihat wajahnya dengan jelas. “Mohon bimbingannya!” Senyuman terpulas di bibirnya seiring dengan nada ceria dari kalimat yang diucapkannya.

“Kau?? Park Hana? Kau kembali???

3 tahun yang lalu Hana harus pergi meninggalkan Korea Selatan secara mendadak. Dan hari ini, ia resmi kembali ke sini, dan tempat yang pertama dikunjunginya adalah gedung ini, gedung tempat ia menghabiskan masa kecilnya untuk merintis karir yang pada akhirnya harus terpaksa ia lepaskan, SM Entertainment.

“Sampai kapan kau akan berdiri disana, Hana-ya?”

Hana kenal betul dengan suara itu. Ia memalingkan pandangannya ke arah sumber suara. Tepat di balik pintu utama, Leeteuk sedang berdiri lengkap dengan senyum malaikatnya menatap ke arah Hana. “Oppa!” Hana menarik kopernya seraya berjalan mendekati kakak sepupunya itu. “Bogoshipoyo~” ucap Hana memeluk Leeteuk erat.

Leeteuk membalas pelukannya tidak kalah erat. “Nado! Aigoo, Park Hana-ssi sudah tumbuh menjadi gadis cantik rupanya.” goda Leeteuk, mengacak lembut poni Hana.

“Oppa, jangan menggodaku.”

“Arraseo.. Arraseo.. Bagaimana perjalananmu? Mianhae oppa tidak bisa menjemputmu di bandara.”

“Gwenchana! Aku tau oppa orang sibuk, hehe. Tidak lelah, aku senang bisa kembali kesini.”

“Kau sama sekali tidak berubah, tetap energic. Haha. Ayo, sajangnim sudah menunggumu.” Leeteuk membantu Hana membawakan kopernya. Mereka larut dalam perbincangan sampai-sampai obrolan kakak beradik itu harus ditunda karena ruangan Lee SooMan sudah berada di depan mata. Setelah mengetuk pintu, Leeteuk menarik Hana masuk.

“Annyeong haseyo!” Hana dan Leeteuk kompak membungkuk.

“Teuk-ah, Hana!” Lee Sooman bangkit dari kursinya untuk memeluk Hana. “How are you?”

“I’m great. Glad that  i can meet you again, sajangnim.” jawab Hana.

“Take a seat please.. Kau juga teuk-ah, duduklah. Aku juga senang bisa bertemu lagi denganmu lagi. Hahaha. Bagaimana perjalan kemari? Lelah?”

“Tidak sajangnim, saya bahkan sangat senang bisa kembali kesini.” Mereka bertiga berbincang-bincang, sesekali terdengar gelak tawa mengiringi perbincangan mereka.

“Hana-ya, apakah kau mau kembali ke dunia entertainment?” tanya Lee Sooman.

“Eh??” Hana yang bingung segera mengalihkan pandangannya pada Leeteuk, berharap kakak sepupunya itu akan menjelaskan padanya apa yang terjadi disini. Tapi hanya senyum yang ia dapatkan dari Leeteuk.

“Aku memintamu kembali agar kau menjadi trainee lagi. Bakatmu terlalu berharga untuk disia-siakan.”

Hana termenung. Ia tidak tau harus menjawab apa. Pikirannya kosong. Tenggorokannya tidak mampu mengeluarkan satu kata pun untuk menyanggah ataupun mengiyakan permintaan SooMan. Ia masih ragu apakah penyakit yang dulu merenggut impiannya tidak akan membuatnya terjatuh ke dalam lubang yang sama dua kali.

Dulu, saat sedang mempersiapkan debutnya bersama Luna dan Krystal, tiba-tiba saja ditemukan tumor ganas di tenggorokannya. Beruntungnya tumor itu baru tumbuh dan belum sempat menjalar ke seluruh tubuhnya. Kedua orang tua Hana lalu memutuskan untuk membawanya ke Amerika untuk pengobatan Mei 2007 silam. Setelah 2 tahun ia dinyatakan sembuh, dengan catatan bahwa tumor itu sewaktu-waktu masih bisa tumbuh.

“Kondisi saya setelah pengobatan itu tidak memungkinkan untuk bernyanyi dari panggung ke panggung sepanjang hari, terlebih lagi dengan jadwal padat memenuhi hari-hari setiap minggunya. Saya hanya takut penyakit itu akan kembali.”

SooMan mendengarkan dengan seksama. Sesekali ia mengangguk tanda mengerti. Ia juga tidak mau mengambil resiko kesehatan Hana. Tapi SooMan masih percaya bahwa terlalu sayang untuk membiarkan Hana tidak bergabung dengan SM, terlebih ia sendirilah yang menemukan Hana pada saat gadis itu sedang mengobrol dengan Leeteuk. Gadis cantik penuh aegyo, pintar menari, memiliki suara indah, dan juga cerdas. Hana memiliki paket komplit itu.

Hana sebenarnya ditrainee untuk menjadi leader f(x). Setiap hari ia selalu berlatih vokal bersama luna dan krystal. Suaranya? Jangan ditanya, suara Hana membuat suara Luna dan Krystal menyatu. Perpaduan suara mereka bertiga sempurna. Sayang sebuah penyakit harus merenggut mimpinya untuk berdiri di atas panggung.

“Lagipula sekarang aku lebih suka menari, aku menemukan jiwaku disana. Aku memang kehilangan salah satu mimpiku, tapi aku masih bisa berdiri di atas panggung dengan menari. Tanpa resiko penyakitku akan kambuh.” lanjut Hana.

“Bagaimana jika Hana bergabung menjadi tim dancer SM Entertainment?” akhirnya Leeteuk buka suara.

“Dancer?” tanya Sooman.

“Benar. Anda sudah tau kualitas dance Hana, tolong biarkan dia berdiri di atas panggung, walau hanya sebagai dancer. Hana juga bisa menjalani trainee juga terapi untuk pemulihan vokalnya. Dan sebenarnya Super Junior baru saja kehilangan salah satu dancer wanita karena dia menikah.”

SooMan mengangguk, mempertimbangkan tawaran Leeteuk. “Bagaimana Hana? Berminat?”

“Ini adalah ide yang sangat bagus, sajangnim. Saya tidak bisa menolak tawaran ini.” Hana tersenyum.

“Baiklah.. Selamat datang kembali di SM Entertainment trainee spesial, Park Hana. Selamat bergabung menjadi keluarga besar SM Entertainment lagi.” ujar Lee Sooman, menjabat tangan Hana sambil tersenyum senang.

– flashback –

“Eunhyuk oppa.. Apa aku akan seterkenal oppa setelah aku debut nanti?”

“Tentu saja. Kau ini cantik, menarik, suaramu bagus, dancemu sexy.”

“YA! OPPA!!”

“Hahaha aku hanya bergurau..”

[tapi kau memang cantik hana-ya]

***

“Kalau aku sudah debut nanti, berjanjilah kita berdua akan menari bersama di atas panggung!”

“Tentu. Nanti aku akan meminta mereka untuk mempersiapkan special stage untuk kita.”

“Jinjjayo?? janji yaa oppa!”

“Ne, aku berjanji..”

[aku berjanji akan membahagiakanmu park hana]

***

“Oppa. Kau baru saja bangun hah? Gaya rambut apa itu hahaha”

Wae??”

Sini aku rapikan.”

DEG! Kontrol detak jantungmu Lee Hyukjae!

“Nah sekarang oppa terlihat tampan hahaha”

***

“Hana-ya, gwenchana?”

“Ne gwenchanayo, hanya batuk-batuk.”

“Sejak kapan?”

“Minggu lalu. Gwenchana oppa. Jangan khawatirkan aku.”

“Tidak bisa. Ayo kita ke dokter!”

***

“Uljima..”

“Mereka bilang ada tumor di tenggorokanku dan aku tidak akan bisa bernyanyi lagi.”

[aku yang akan menyanyikan setiap lirik itu untukmu hana]

***

“Jaga dirimu baik-baik oppa..”

“Lekaslah sembuh dan kembali kesini..”

“Ne.. Gomawo.. Oppa, saranghae..”

“Nado saranghae Hana-ya..”

[kajima.. jangan tinggalkan aku..]

“Selain menjalani trainee, Hana akan bergabung sebagai tim dancer Super Junior. Lebih tepatnya dancer untuk solo stagemu dan Donghae, Eunhyuk-ssi.” jelas Lee Sooman. “Aku yakin kalian berdua bisa menghidupkan panggung dengan tarian kalian.” jelas SooMan.

Eunhyuk tersenyum mendengar penjelasan CEOnya itu. Gadis itu kembali. Hana berada tepat di depannya, tidak lagi terpisah jarak dan waktu. Ia kini bisa melihat wajahnya setiap hari, mendengar suaranya, bercengkrama bersamanya..

“Eunhyuk-ssi! Kau tidak memperhatikanku?” tanya Lee SooMan.

“Ah aniyeo sajangnim. Saya mendengarkan.”

“Kau terlihat sangat senang mendengar berita ini.”

“Ne. Saya sangat senang…” Eunhyuk mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Hana. “Welcome back, Hana”

[To be continued]

Hello!

Endlessly akan jadi cerita yang ngikutin schedule Eunhyuk & Super Junior

Dan akhirnya aku putusin darimana cerita ini berawal.

Senangnyaa part Hello udah selesai. kekeke~

Enjoy the story guys!

Jangan lupa komentarnya, don’t be a silent reader. ^^

One thought on “Endlessly – Hello!

  1. woooah stage bareng donghae yg I wanna love you? kyaaaaa adiknya leeteuk nanti grepe grepe eunhae(?) Hallo Park Hana, ini kakak iparmu😀 hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s