You

taemin2

[Dorm SHINee. December, 19th 2012. 07.00 pm]

Taemin meneguk habis cokelat hangat yang dibuatkan Jonghyun. Pikirannya kacau. Ia berusaha kuat untuk melupakan kejadian tadi siang. Tapi seperti apa kata orang, semakin keras usahamu untuk melupakan sesuatu, semakin sulit pula hal itu dilupakan, malah akan terus-menerus berada dalam pikiranmu.

~~~

[SM Building, 01.00 pm]

Taemin dan Kai baru saja sampai di Gedung SM. Mau tidak mau mereka masuk melalui pintu belakang karena sudah banyak fans yang memenuhi pintu depan. Dan kini mereka sedang menuju ruang latihan dance.

Ketika keduanya tidak memiliki schedule, mereka memang sering berlatih bersama, atau hanya sekedar bertemu dan menikmati makan siang. Bagi Taemin, Kai bukan hanya sekedar teman. Ia sudah dianggapnya sebagai keluarga, sudah seperti adiknya sendiri, terlebih wajah mereka bisa dikatakan mirip. Begitu juga bagi Kai. Mereka sudah mengikrarkan diri sebagai sahabat sebelum keduanya sama-sama bergabung dengan SM Entertainment.

Dentuman musik terdengar dari balik pintu ketika mereka sudah sampai di depan ruang latihan, menandakan ruangan itu sedang digunakan. Tapi sedetik kemudian musik itu berhenti.

“Siapa yang sedang berlatih?” tanya Taemin pada Kai yang sedang mengintip dari kaca pintu.

“f(x) sunbaenim.”

“f(x)?”

Kai mengangguk. Taemin membuka pintu, membiarkan kepalanya masuk melalui celah pintu. Benar. Terlihat Victoria, Amber, Luna, Sulli dan Krystal baru saja menyudahi latihan mereka, dan saat ini sedang membereskan barang-barangnya.

“Taemin-ahh!” Luna melambaikan tangannya, tersenyum senang melihat maknae SHINee itu datang. Main vokal f(x) ini memang tidak pernah menanggalkan senyuman dari wajahnya walaupun ia sangat lelah. Ia seorang public figure, tentu saja ia harus bersikap ramah dimanapun dan kapanpun, karena fans kebanyakan tidak mau tahu kondisi idolanya sedang gembira atau sakit, begitu pikirnya.

Annyeong.. hehe..” Taemin membuka pintu lebih lebar, mendekati Luna dan melakukan hi-five dengannya. “Latihannya sudah selesai?”

“Yup. Sudah. Mau berlatih?” tanya Luna polos.

“Menurutmu aku kemari untuk makan? Hahaha” canda Taemin. Semua member f(x) tertawa mendengarnya.

“Kai! Kenapa kau hanya berdiri disana? Masuklah!” panggil Amber, membuat semuanya melihat ke arah Kai.

“Eh, ne.. Annyeong haseyo!” Kai membungkuk 90 derajat ke arah sunbaenya itu, lalu merapat ke posisi Taemin berdiri.

Selama ini selain dengan member EXO, Kai hanya bergaul dengan member boy group SMEnt, seperti DBSK, Super Junior dan SHINee. Dengan karakternya yang cukup pemalu, ia kurang bisa dekat dengan member girl group, terutama f(x). Ia cukup dekat dengan Amber, sisanya Kai hanya mengenal mereka sebagai seniornya.

“Kai annyeong!” Tiba-tiba sebuah suara memecah keheningan yang ditimbulkan Kai. Suara familiar Krystal yang sedang membereskan barangnya di sudut ruangan. Kai membalas sapaan itu dengan lambaian tangan, dan tentu saja senyuman. Ah, benar. Kai cukup dekat dengan Krystal sejak mereka melakukan pemotretan dan video singkat W Korea.

“Soojung-ahh! Kau tidak menyapaku?” tanya Taemin, berpura-pura memasang tampang kesal.

Nuguseyo??” sahut Krystal disusul tawa terbahak-bahak member f(x). Membuat Taemin juga ikut tertawa mendengar leluconnya. Ia tahu Krystal hanya bercanda.

Krystal kemudian bangkit dari duduk, menenteng tasnya, dan berlari ke arah Taemin kemudian merangkulnya. “Taeminnie oppa.. Mianhaeee… Aku hanya bergurau. Bbuing bbuing..” ucapnya.

Taemin terdiam. Melihat Krystal ber-aegyo dengan posisi yang cukup dekat dengannya membuat Taemin tidak bisa mengontrol detak jantungnya. Gadis ini membuatnya gila!

Arra. Jangan lakukan itu lagi didepanku. Aku sudah bosan melihat aegyomu itu Soojung-ahh! Hahaha.” jawab Taemin. Sekali lagi ruangan itu dipenuhi gelak tawa. Krystal pura-pura cemberut, tapi kemudian ikut tertawa.

Bohong! Taemin berbohong! Ia tidak akan pernah bosan melihat aegyo andalan Krystal itu. Senyumnya, gerak-geriknya, tawanya, wajahnya ketika sedang kesal, semua tidak pernah bisa Taemin lupakan. Bahkan ia bisa menggambarkannya hanya dengan menutup mata.

“Taemin, Jongin, berlatihlah yang benar. Kami pergi dulu karena ada jadwal lain menunggu.” ucap Victoria. “Fighting!” lanjutnya meninggalkan ruangan. Member yang lain mengikuti sang leader ke luar ruangan.

“Taemin oppa, Jongin, fighting!” ucap Krystal sambil ber-hi-five dengan Taemin dan Kai sebelum meninggalkan ruangan.

Dua jam berlalu. Kini peluh membasahi pakaian Taemin dan Kai. Mereka berdua sekarang sudah berada di ruang ganti pria.

“Jongin-ah, aku menyukai seseorang.” ucap Taemin memulai percakapan ketika ia sudah selesai mengganti pakaiannya.

Jeongmal? Nugu?”

“Seseorang. Haha”

“Eyy.. Sekarang kau main rahasia-rahasiaan denganku?”

“Haha ani, aniyo. Aku hanya belum bisa mengatakannya padamu. Hehe.”

Arraseo. Bagaimana wajahnya? Pasti cantik.” ucap Kai kemudian.

“Cantik. Sangat cantik, sekalipun ia tidak sedang tersenyum, dan kadang bersikap cuek padaku, tapi itu tidak membuatku berhenti memikirkannya. Entahlah. Hahaha.”

“Hebat! Aku jadi penasaran siapa gadis itu sebenarnya. Hahaha.” sahut Kai.

“Bagaimana denganmu? Adakah seseorang yang mencuri perhatianmu?” selidik Taemin.

“Hmmm… Sepertinya ada.”

“Jinjja? Sejak kapan??”

“Mungkin sekitar dua bulan yang lalu. Dia.. selalu bersikap baik padaku. Menyapaku terlebih dulu, mengobrol, bahkan mengajakku makan siang bersama beberapa kali. Kau tahu kan sikapku yang agak pemalu di depan orang lain? Tapi bersamanya membuatku nyaman.” Kai antusias menceritakan gadis yang disukainya.

Taemin pun merasa senang melihat sahabatnya menjadi ceria. Sudah sangat lama sejak mereka berdua mengenal apa yang namanya cinta. “Jadi, siapa gadis itu?” tanya Taemin sembari membetulkan tali sepatunya.

“Krystal Jung.” jawab Kai riang. Tapi ekspresi yang sama tidak terlihat di wajah Taemin. Wajahnya memucat. Taemin seperti merasakan aliran darahnya berhenti mengalir, dan otaknya berhenti berpikir. Hatinya terasa sakit.  Bagaimana bisa ia dan Kai menyukai gadis yang sama??

“A-ah.. Krystal..” sahut Taemin terbata.

Wae?” tanya Kai.

Aniyo. Berjuanglah. Kau pasti bisa mendapatkannya. Siapa sih yang berani menolak visual EXO? Haha” Taemin mencoba menyembunyikan rasa kagetnya dengan tawa. Dan ia yakin betul tawa itu terdengar sangat dipaksakan. Tapi sepertinya Kai tidak menyadari itu.

Gomawo! Aku berencana menyatakan perasaanku dalam waktu dekat. Hehe.. Ngomong-ngomong, aku sudah harus pulang. Suho hyung sudah mengirimiku pesan. Kau mau ikut bersamaku atau bagaimana?” tanya Kai sambil menekan-nekan ponselnya.

“Tidak. Aku masih ingin disini sebentar.” tolak Taemin.

“Tunggu! Kau terlihat pucat. Kau sakit?”

Ani. Gwenchana. Kelelahan mungkin. Tidak usah khawatir.”

Jinjja?”

Ne.. Pulanglah sebelum hyung-hyungmu mengira kau hilang. Haha.” canda Taemin.

“Oke. Aku duluan. Sampai jumpa nanti!” Kai menepuk bahu Taemin, lalu meninggalkan ruangan.

Taemin memegang dada kirinya. Terasa sakit. Ia juga merasakan pandangannya mulai berkunang-kunang. Ia mengeluarkan ponselnya, kemudian menekan nomor yang sudah ia hafal diluar kepala.

Yoboseyo..”

Ne.. Taemin-ahh! What’s up?”

Hyung.. bisa jemput aku di gedung SM? Aku merasa tidak enak badan. Kepalaku sakit.”

“Tunggu disana. Aku akan sampai dalam 10 menit.”

Gomawo Jonghyun hyung.”

Ne!” sambungan terputus.

[Dorm SHINee, 10.00 pm]

Taemin menimang-nimang ponselnya. 5 menit yang lalu ia menerima sebuah pesan dari Kai, yang menyatakan bahwa ia sudah resmi menjadi kekasih Krystal. Dan Taemin tidak berniat membalas pesan itu. Ia hanya membacanya. Pikirannya masih kacau. Tadi Jonghyun hanya membuatkannya cokelat hangat setelah menjemputnya dan membawa Taemin kembali ke dorm SHINee. Jonghyun tidak bisa menemani Taemin karena ia mempunyai janji lain. Sudah 5 jam ia berada di dorm sendirian. Ia mulai merasa bosan.

“Taemin-ah!! Kami pulang!” Terdengar suara Key, dan tiba-tiba ia sudah muncul di kamar Taemin dan Jonghyun. “Ku dengar kau tidak enak badan. Gwenchana?” tanyanya.

Gwenchanayo. Hanya kelelahan hyung.”

“Mau kupanggilkan dokter?” tanya Key.

“Aniyo. Aku baik-baik saja.”

“Wajahmu pucat.” ucap Minho yang baru saja memasuki kamar, mendekati Taemin dan langsung menempelkan tangan kirinya di kening Taemin. “Kibum-ah. Tolong ambilkan termometer, juga es dan handuk kecil. Ia demam.” sahut Minho.

Key yang mendengar itu langsung berdiri, menerobos diantara celah Onew dan Jonghyun yang berdiri didepan pintu. Menyiapkan apa yang diminta Minho.

“Aku akan meminta manager hyung membatalkan jadwal Taemin besok.” sahut Onew tiba-tiba sambil menekan-nekan ponselnya, berusaha menelpon manager SHINee, tapi Jonghyun menghentikannya.

“Tidak ada jadwal untuk besok hyung, schedule kita besok hanya latihan untuk Arena Tour.” sahut Jjong.

“Ah benar! Aku lupa. Ya sudahlah, setidaknya Taemin bisa beristirahat.” lanjut Onew.

Key kembali dengan membawa banyak barang di tangannya. Minho dengan sigap meletakkan handuk yang sudah dicelupkan ke air es di dahi Taemin. Lalu Key memasukkan ujung termometer ke mulut maknaenya. Ia juga membuatkan susu  hangat yang ditaruh di meja sebelah tempat tidur.

“Taeminnie, kau sudah makan?” Pertanyaan Jonghyun hanya dibalas dengan gelengan dari Taemin.

“Ada sesuatu yang ingin kau makan? Biar kami belikan.” tawar Onew. Kali ini Taemin mengangguk senang.

“Kau ingin makan apa?” Key mencabut termometer dari mulut Taemin agar ia bisa berbicara.

“Samgyeopsal!”

Key menjitak Taemin pelan. “Aigoo.. Dengan demam 36.5 derajat, nafsu makanmu tetap sama ya.” Taemin hanya terkekeh mendengar itu.

“Gwenchana. Ayo kita belanja Kibum-ah..” ajak Jonghyun.

“Bolehkah aku ikut? Aku ingin membeli ayam.” tanya Onew polos.

“Kajja kajja hyung!” tarik Jjong. “Ayo kita beli bahan-bahan samgyeopsal dan juga ayam goreng!” lanjutnya.

“Minho-ya! Jaga Taemin oke? Kami tidak akan lama!” seru Key. Terdengar bunyi pintu ditutup setelah itu.

Taemin tersenyum senang membayangkan ia akan makan makanan kesukaannya, daging. Hyungnya memang selalu bisa membuatnya senang.

“Kali ini ada apa?” Minho memecah keheningan. Ia mengambil handuk di dahi Taemin, mencelupkannya ke wadah yang berisi air es, lalu meletakkannya kembali di dahi Taemin.

Taemin memang tidak pernah bisa menyembunyikan apapun dari Minho. Minho bisa tahu ada yang tidak beres dengan maknaenya hanya dengan sekali lihat.

“Aku… patah hati.” Taemin buka suara.

“Krystal?” tebak Minho.

“Eh? Hyung? Bagaimana kau bisa tahu??” Taemin kaget mendengar tebakan hyung kesayangannya.

“Aku tidak bodoh. Tentu saja aku tahu, dasar bocah! Hahaha!” Minho tertawa. Taemin ikut tertawa. Tentu saja, Minho adalah hyung yang paling dekat dengannya. Pasti Minho memperhatikan gerak-gerik Taemin.

“Jadi Krystal menolakmu?” lanjut Minho.

“Aniyo. Bahkan aku belum menyatakan perasaanku.”

“Lalu?”

“Seseorang juga menyukainya. Orang terdekatku.”

“Siapa? Aku? Aku tidak menyukainya..” sahut Minho.

“Babo! Tentu saja bukan kau, hyung!”

“Hehehe. Kukira aku. Jadi siapa orang itu? Yang merebut Krystal darimu?”

“Tidak bisa disebut merebut hyung. Ia tidak tahu kalau aku juga menyukai Krystal.”

“Ah, begitu rupanya. Jadi siapa dia?”

“Jongin.” jawab Taemin singkat.

“Pfftt.. Jadi kau dan Jongin menyukai gadis yang sama? Hahaha.”

“Hyung.. jangan tertawa..”

“Arraseo.. Jadi apa yang akan kau lakukan?”

“Mendukungnya. Apa lagi? Aku tidak ingin merusak persahabatanku dengannya.”

“Aigoo.. Uri Taeminnie sudag besar. Hahaha. Keputusanmu sudah benar Taeminnie. Di luar sana masih banyak gadis, jangan mengorbankan persahabatanmu hanya demi seorang gadis. Itu tidak baik.”

“Ne hyung..”

“Ah! Aku ingat! Kau kemarin juga memuji penampilan Apink kan? Siapa? Naeun-ssi? Eunji-ssi? Hahaha!” goda Minho.

“Hyung berhenti menggodaku!” Taemin melemparkan bantal disampingnya pada Minho.

“Tapi aku serius Taemin-ahh.. Kau sudah dewasa, jangan sampai hal ini mempengaruhi persahabatanmu dengan Jongin, terutama performance SHINee. Kau harus kuat! Kau ini pria!”

“Aku mengerti hyung..”

“Kami pulang!” sahut Onew. “Membawa ayam!” lanjutnya. Leader ini memang tidak bisa melepaskan diri dari cinta pertamanya, ayam!

“Minho-ya! Bantu aku mencuci sayuran!” teriak Jonghyun dari dapur.

“Ne!” jawab Minho, juga berteriak. “Nah, aku akan membantu hyungdeul memasak. Kau istirahatlah dulu, nanti akan kupanggil jika makanannya sudah siap.”

“Ne hyung. Gomawo!”

“Gwenchana. Itu bukan hal yang besar. Habiskan susumu sebelum Kibum masuk dan menemukan kau belum menghabiskannya. Ia akan mengomel nanti.

“Ne!”

Setelah Minho pergi, Taemin berusaha memejamkan matanya, tapi gambaran sosok Krystal langsung terlihat. Ia kini mencoba menutup kedua telinganya dengan telapak tangan, tapi suara Krystal tetap terdengar. Tapi lama-lama ia menyadari bahka bayangan dan suara itu sedikit demi sedikit memudar. I will let you go, Krys. I’ll let you go..

“Taemin! Keluar! Ayo makan!” Teriakan Key menyadarkan Taemin.

“Ne hyung!” Ia berlari keluar kamar. “Aaaaaa samgyeopsaaaall!!! Selamat makaaan!!” ucapnya ceria!

Kali ini aku nulis FF sebagai hadiah ulang tahun ke 20 tahun Taemin!

Ini versi revisi ya. Agak beda sama postingan YOU yang pertama.

Enjoy the story~ Don’t forget to comment! Don’t be a silent reader please.. ^^

Once more, Happy Birthday SHINee’s maknae, LEE TAEMIN!!

7 thoughts on “You

  1. Uwaahh, uri taemiinie oppa patah hatii inii gara* urii jongin oppa😀
    .
    Sama aku aja ya taemin oppaa😀 aku mau kok😀 hahaha😀
    .
    Ciaa, onew hyung ayam terus yg di pikirkannya😀 hahah😀
    Overall, baguss kok, saya suka*😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s