Password TRI3

Halo!!

Sebelumnya aku mau minta maaf, TRI3 terlambat aku update karena terkendala tugas-tugas kulliah. Mianhae~

Mulai sekarang FF The Romantic & Idol 3 bakal terus aku protect. Passwordnya aku kasih gratis kok, kalo mintanya baik-baik ga pake kekerasan. Cara dapetin passwordnya gampang, temen-temen cuma harus meninggalkan minimal dua buah komentar di dua kategori FF yang ada di blog ini. Misalnya: 1 di salah satu FF kategori The Romantic & Idol 3 dan 1 di FF kategori Endlessly / 1 komentar di TRI3 + 1 komentar di FF You. Kalo merasa udah komentar, silakan MENTION ke @AllForBlueSky via twitter, userid yang kamu pakai buat komentar disini.  JANGAN tulis komen ANONYMOUS, tulis nama kalian, karna bakal banyak banget user anonymous bikin aku bingung nge-acc passwordnya. Nanti setelah aku approve komentarnya, aku kasih  passwordnya via dm. Tau dong kalo kita ga bisa kirim dm kalo ga saling follow, jadi follow dulu ya.. Minta passwordnya VIA TWITTER ya, yg minta via komen, ga akan dijawab. Gampang kan?

Tujuan aku ngelakuin ini sih simple aja, aku juga pengen karya aku yg lain dibaca dan dikomentari. Dua hal itu yang paling penting lho buat seorang author. Jadi aku mohon bantuannya ya.. Selamat membaca! ^^~

I miss you..

Pukul 5 lewat 10 menit. Matahari bahkan baru akan memulai mewarnai gelapnya langit. Masih terlalu pagi untuk bangun, terlebih ia baru bisa memejamkan matanya pada pukul 2 dini hari tadi, dan lagi ia terbebas dari jadwal apapun hari ini.

Chen menghela nafas. Tidak biasanya ia seperti ini, terbangun dengan keringat dingin membasahi tubuhnya. Ia merasakan sesuatu akan terjadi hari ini. Apakah ini yang orang bilang firasat? Apapun itu, hal tersebut sudah menghilangkan niatnya untuk melanjutkan tidur. Kantuknya sama sekali hilang, walaupun tubuhnya meronta ingin diistirahatkan.

Chen berjalan keluar kamar, berusaha tidak membangunkan teman sekamarnya, karena ia tahu di tengah jadwal padat seperti ini waktu tidur lebih berharga. EXO baru saja membuktikan pada dunia bahwa mereka adalah salah satu boy group yang patut diperhatikan. Album repackage ‘Growl’ mereka terjual lebih dari satu juta copy, menembus rekor yang belum pernah terpecahkan lagi selama 12 tahun, bahkan oleh sunbae dari managemen mereka. Dan akibat dari hal itu, diijinkan untuk tidur lebih lama adalah hal yang paling ingin didengar oleh semua member di pagi hari.

“Sepertinya ada yang salah dengan hari ini..” Chen mengambil air hangat, dan meminumnya.

“Apa yang salah dengan hari ini?”

“Kamjakiya! Ah, duizhang, kau mengagetkanku.. Bagaimana kalau aku punya penyakit jantung? Aku bisa langsung mati barusan.” gerutu Chen.

“Berlebihan. Kau tidak punya penyakit jantung, dan kau tidak akan mati. Lagi pula apa yang kau lakukan di dapur jam segini? Dan apa yang salah dengan hari ini?”

“Duizhang, kau ini bertanya atau merampokku huh?”

“Arra. Jelaskan padaku satu per satu.” Kris menjatuhkan tubuhnya di sofa terdekat, siap mendengarkan cerita Chen.

“Aku terbangun, sepertinya tadi aku memimpikan sesuatu, tapi aku tidak ingat apa itu, jadi aku ke dapur untuk minum dan kau diam-diam berdiri di belakangku.” jelas Chen.

“Karena ku pikir ada penyusup yang masuk ke dorm kita! Lalu apa yang salah dengan hari ini?”

“Mollayo hyung. Itu hanya semacam firasat?”

“Kurasa yang salah itu adalah kau, Jongdae. Tidurlah!” Kris melemparkan sebuah bantal pada Chen, kemudian bangkit dari duduknya. “Jangan berpikir macam-macam, istirahatlah.”

“Arraseo..” sahut Chen. “Duizhang!” panggilnya sebelum leader EXO-M itu masuk ke dalam kamarnya. “Bisakah temani aku berjalan-jalan nanti? Aku bosan.”

“Tidurlah dulu. Nanti akan kutemani.” Kemudian Kris menghilang di balik pintu kamarnya, meninggalkan Chen yang mau tidak mau harus memaksakan matanya untuk terlelap lagi.

***

“Hyung, bukankah itu Hyemi?” tanya Chen saat mereka berdua menunggu makanan yang mereka pesan disajikan. Satu jam berlalu sejak Chen dan Kris melangkahkan kakinya mengitari wilayah Hongdae. Beruntunglah hari itu hari senin, dan masih terbilang cukup pagi, jadi tidak banyak orang yang mengenali mereka, setidaknya tidak ada fans yang mengikuti mereka dan memotret diam-diam.

“Hyemi nugu?”

“Nae yeojachingu..”

“Eh? Aku tidak ingat kau punya kekasih.”

“Hyung, itu benar dia! Dia bersama temannya. Tapi jika itu memang dia, kenapa ia tidak bilang padaku jika ia juga berada di sini?”

“Kau bertanya padaku? Memangnya dia kekasihku? Tanyakan padanya!”

Chen berdiri, melangkahkan kakinya menuju meja dimana kekasihnya berada. Ada rasa kesal dalam hatinya. Bukankah mereka bisa menghabiskan waktu bersama jika kekasihnya itu mengatakan bahwa ia juga tidak mempunyai jadwal kuliah?

“Hyemi-a! Sedang apa kau disini?”

“Eh? Nuguseyo?”

“Mworago? Nuguseyo? Kau tidak kenal aku?” tanya Chen. Untung di restoran itu hanya dua meja yang terisi, meja Chen dan meja Hyemi.

“Ah! Arrayo! Chen oppa! Kyaaa~ Mimpi apa aku semalam Chen oppa mendatangi mejaku, bahkan tau namaku. Boleh aku minta tanda tangan?”

Chen geram. Apa-apaan kekasihnya ini? Gadis ini sudah berhubungan dengannya selama hampir 3 tahun dan sekarang berlagak seperti fansnya, apa tadi, ia meminta tanda tangannya di saat Chen sudah berjuta kali berselca, bahkan memeluknya?

“Apa-apaan kau ini?”

Rena, kakak  Hyemi yang baru kembali dari toilet menarik Chen menjauh dari meja mereka, membawanya kembali ke meja Kris. Kris yang tidak tau apa-apa semakin bingung dengan kembalinya Chen yang sedang emosi.

“Why? What’s wrong?” tanya Kris.

“Jongdae-a, tenanglah.. Hyemi sedang sakit.” ucap Rena.

“Sakit? Ia tidak terlihat sakit?”

“Seminggu yang lalu ia masuk rumah sakit, aku tidak begitu tau apa penyakitnya, yang ku tau tubuhnya sangat panas. Ia tidak sadarkan diri, dan baru bangun dua hari yang lalu. Dan begitulah kondisinya. Ia tidak ingat apapun tentangmu.”

“Mworago?” sahut Kris dan Chen kompak tanpa aba-aba.

“Iya, ia mengenaliku karena kami sudah bersama sejak kecil. Ia mengenali eomma dan appa. Tapi ia tidak mengenalimu. Hanya saja, saat melihat MV Growl diputar di televisi, ia menyukainya. Hyemi bahkan menjadi salah satu fansmu. Ia mengenalimu sebagai idolanya, bukan sebagai kekasihnya.” jelas Rena.

“Noona, kau sedang tidak bercanda kan?” tanya Chen.

“Ini bukan candid camera bukan?” tambah Kris.

“Aku serius. Kau boleh mencoba meyakinkannya, mencoba mengembalikan ingatannya jika kau mau.”

***

Setelah mendengar penjelasan dari Rena, disinilah Chen sekarang, di sebuah kedai es krim kecil bersama Hyemi, ditemani Rena. Kris mendadak harus pergi menjemput Luhan dan Tao. Ia berjanji akan menjemput Chen bila urusannya sudah selesai.

“Hyemi-a.. Apa kau benar-benar tidak ingat aku?”

“Hm? Aku ingat lagu-lagumu. MAMA… History… Wolf… Ah, aku paling suka Growl! Kau terlihat sangat keren di MV itu.” jelas Hyemi seperti fans sejati EXO. Rena hanya tersenyum melihat adiknya menjelaskan hal itu pada kekasihnya. Ia tau betapa frustasinya Chen saat ini.

“Hyemi-a.. Aku ini kekasihmu. Kita sudah berhubungan sejak aku masih trainee. Kau tidak ingat sama sekali?”

“Geotjimal! Jika kau kekasihku, maka Kyuhyun oppa adalah kekasih Rena eonnie!”

“Aku tidak bohong. Hyemi-a. Aku benar-benar kekasihmu. Kau pikir bagaimana aku bisa mengenalimu jika kau bukan kekasihku?”

“Oppa, berhenti bercanda. Ini tidak lucu. Bisa saja aku datang ke acara fansigning EXO dan mengatakan namaku. Bukankah besok EXO ada schedule? Pergilah, aku sedang tidak ingin diganggu.”

Chen mengacak rambutnya frustasi. Di hadapannya Rena hanya tersenyum pasrah, ia juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Chen. Begitulah Hyemi, tidak bisa dipaksa. Akhirnya Chen pergi meninggalkan kedua kakak beradik itu untuk pulang ke dorm mereka.

***

Pukul 1 siang, Chen terbangun dari tidurnya. Kegelisahannya bertemu Hyemi tadi pagi membuat tidurnya sama sekali tidak nyenyak. Keringat membasahi tubuhnya walaupun AC di kamarnya sudah dinyalakan. Baekhyun yang baru masuk kamar dan menyadari Chen sedang berusaha melakukan sesuatu dengan ponselnya bermaksud ingin mengganggunya.

“Aigoo.. Akhirnya uri Jongdae bangun juga.” celotehnya.

“Baekhyun-a, aku bertemu Hyemi tadi pagi, di restoran tempat biasa kita bertemu dengannya. Dan kau tau, ia tidak mengenaliku. Ia sama sekali tidak mengenaliku, Byun Baekhyun! Apa yang harus ku lakukan?” Chen menjambak-jambak rambutnya frustasi.

Baekhyun yang mendengar perkataan Chen hanya bisa diam. Ia mematung, tidak berkata apapun. Bahkan niatnya untuk mengusili salah satu member Beagle Line ini sirna. Wajahnya pun berubah pucat pasi.

“Ya! Byun Baekhyun! Aku meminta pendapatmu! Kenapa kau hanya diam saja?” tuntut Chen.

“Jongdae-a.. Kau lupa?”

“Lupa apa?”

“Hyemi sudah tidak ada.. Ia sudah meninggal dua tahun yang lalu karena leukimia..”

Jantung Chen mencelos. Ia sama sekali tidak ingat. Ingatannya dibuat kabur. Jadi yang tadi itu hanya mimpi? Mimpi itu terlalu nyata. Firasat macam apa ini?

Baekhyun memeluk Chen erat, menenangkannya. “Berdoalah untuknya. Ia merindukanmu..”

***

Chen berdiri sambil menggenggam sebuket bunga tulip putih di tangan kanannya, bunga favorit Hyemi sepanjang masa. Ia pernah hujan-hujanan mencarikan bunga ini untuk Hyemi saat gadis itu marah padanya. Di hadapannya, nisan bertuliskan nama Kang Hyemi berdiri kokoh.

“Maaf, karena kesibukanku aku sedikit melupakanmu. Maaf, aku baru kembali kesini setelah enam bulan yang lalu. Maafkan aku, karena aku terlalu merindukanmu..”

Ia menaruh buket bunga tulip putih di depan nisan Hyemi, kemudian dalam diam, Chen pergi meninggalkan tempat itu. Kehilangan seseorang akan selalu menyakitkan. Terlebih jika bukan keinginan dari salah seorang, melainkan dipisahkan oleh Tuhan.

[tamat]


 

Happy reading, readers.. Please give me any comment. Thank you. ^^

Endlessly – why??!

“Iya aku sedang di jalan, sebentar lagi sampai… Taksi.. Mm, dua kotak… Ne, arraseo.. Ne..”

Leeteuk baru saja menelepon Hana, memastikan gadis itu sudah berada di dalam perjalanan untuk membawakan dua pasang sepatu yang tertinggal di dorm. Super Junior sedang melakukan pemotretan untuk cover album terbaru mereka, Mr.Simple. Sepatu-sepatu itu akan digunakan untuk pemotretan hari ini, dan entah kenapa bisa tertinggal. Hana sendiri juga enggan untuk bertanya. Otaknya terlalu lelah untuk mencerna penjelasan tentang sepatu dari Leeteuk.

Hana menghela nafas. Sebenarnya hari ini ia tidak ingin beranjak dari tempat tidurnya. Ia ingin benar-benar beristirahat. Ia merasa jiwanya sedang tidak berada di dalam tubuhnya. Ia lelah. Sebulan terakhir ini ia terus berlatih siang dan malam untuk mengimbangi dancer-dancer Super Junior yang lain. Tapi 15 menit yang lalu tiba-tiba saja Leeteuk memintanya untuk membawakan kotak-kotak sepatu itu, dan Hana tidak akan pernah bisa menolak permintaan kakak sepupunya itu. Baginya Leeteuk adalah sosok pria yang sempurna, dan dengan cara apapun Hana akan menutupi ketidak sempurnaan Leeteuk dengan kemampuannya, seperti saat ini.

Tanpa Hana sadari taksi yang ditumpanginya sudah sampai di tempat pemotretan. Saat hendak masuk, seorang petugas keamanan menahannya karena ia tidak bisa menunjukkan tanda pengenal staf pemotretan Super Junior. Hana berusaha menghubungi Leeteuk, tapi tidak diangkat. Kemungkinan sang leader sedang melakukan pemotretan.

“Tolong ijinkan aku masuk, aku adik dari Leeteuk-ssi. Leeteuk-ssi harus memakai sepatu ini untuk pemotretan. Ia sudah menungguku sejak tadi.. Jebal..

“Haha Agashi, kalau kau adik Leeteuk, aku adalah kakak Lee Donghae!!”

“Aku juga dancer SM Entertainment, tolong ijinkan aku masuk..”

Agashi! Tadi kau bilang kau adik Leeteuk-ssi, sekarang kau bilang kau adalah dancer SM Entertainment. Kau hanya fans yang ingin bertemu dengan Super Junior bukan? Pergilah! Ini bukan tempat untuk bermain-main!” Petugas itu mendorong Hana menjauhi pintu masuk. Hana sudah tidak punya tenaga untuk melawannya. Matanya berkaca-kaca. Ia berusaha menelepon kembali Leeteuk, tapi hasilnya nihil, tidak diangkat.

“Hana-ya!” Seseorang menepuk bahu Hana pelan. “Sedang apa disini?”

“Eunhyuk oppaaaaa!” Hana langsung memeluk Eunhyuk erat. Pertahanannya runtuh. Tangisnya pecah. Eunhyuk yang tidak tahu-menahu apa yang terjadi hanya bisa membalas pelukan Hana, mengusap punggung gadis itu, menenangkannya.

Ya.. Waeyo?? Uljima Hana-ya..” Eunhyuk menunggu Hana tenang. Sesekali ia mengusap kepala Hana.

“Itu.. Ahjussi itu.. Dia tidak percaya kalau aku dancer SM.. Ia bilang aku hanya fans yang ingin bertemu Super Junior..” Hana akhirnya buka suara setelah merasa sedikit tenang, tapi tangan kanannya tidak beranjak dari pelukan Eunhyuk. Ia hanya menggunakan tangan kirinya yang juga memegang paper bag ke arah petugas keamanan yang sedang memperhatikan mereka.

“Gadis ini memang dancer SM Entertainment. Dancer Super Junior lebih tepatnya.” jelas Eunhyuk pada si petugas.

“Ia juga tidak percaya saat aku bilang aku adik Teuki oppa. Dia mendorongku, menyuruhku pergi..” lanjut Hana.

“Tapi nona ini tidak bisa menunjukkan kartu identitas staf pemotretan hari ini Tuan Lee. Mohon maaf.” Petugas itu membela diri.

“Sshh. Tenanglah Hana-ya. Ayo kita masuk.” Eunhyuk merangkul Hana masuk, ia juga membawakan paper bag berisi sepatu Leeteuk. Sebelum perti, Eunhyuk sempat mengatakan sesuatu pada si petugas.

Ahjussi. Gadis ini benar-benar adik Leeteuk-ssi. Ia baru saja datang dari Amerika, jadi mungkin Anda tidak mengenalinya. Tapi tidak seharusnya Anda bertindak kasar, sekalipun gadis ini adalah fans Super Junior. Tanpa fans, Super Junior bukanlah siapa-siapa. Jadi tolong bersikaplah lebih manusiawi. Leeteuk-ssi akan sangat marah jika ia mengetahui hal ini.” ucap Eunhyuk. Petugas keamanan itu menundukkan kepalanya tanpa bisa berkata-kata.

Leeteuk yang melihat Hana masuk bersama Eunhyuk langsung menghampiri mereka berdua. “Kau sudah datang? Bawa sepatu yang ku minta?” Hana mengangguk dan menunjuk paper bag yang dibawakan Eunhyuk. “Eh, kenapa matamu merah? Kau habis menangis Hana-ya?” Leeteuk kini khawatir. Hana bukan tipikal gadis yang mudah menangis. “Eunhyuk-ahh, kau apakan adikku hah??”

“Bukan aku hyung. Aku bertemu dengan Hana di depan pintu.” Eunhyuk membela diri.

“Eunhyuk oppa tidak salah, bahkan dialah yang menolongku..” Hana menghela nafas. “Ahjussi penjaga pintu itu tidak membiarkanku masuk. Dan aku sudah terlalu lelah untuk berdebat dengannya. Maaf aku terlalu emosional.” jelas Hana. Leeteuk langsung memeluknya. “Mianhae.. Oppa tidak tahu kau lelah dan malah memintamu datang kemari, mianhae..” Hana mengangguk.

Eunhyuk mengambil sekotak tissue dan sebotol air mineral. Diberikannya tissue itu pada Hana. “Leeteuk-ssi, pemotretan akan dilanjutkan.” sahut salah seorang staf. Leeteuk mengangguk, sebelum pergi ia meminta Eunhyuk untuk menemani Hana.

“Tunggulah disini bersama Eunhyuk. Oppa harus pergi.”

Oppa fighting!!” Hana kembali ceria. Leeteuk tersenyum, melambaikan tangannya.

Gwenchana?” tanya Eunhyuk tiba-tiba.

Ne, gwenchanayo..

Jinjjayo? Kau terlihat pucat. Apa kau sakit? Minumlah..” Eunhyuk menyerahkan air mineral di tangannya pada Hana.

“Aku hanya kelelahan. Kurang tidur dan jadwal makanku tidak teratur.” jawab Hana.

Eunhyuk memegang dahi Hana, mengukur suhu tubuhnya. “Kurasa kau demam. Kau punya obat demam?” Hana menggeleng. “Sudah makan?” Pertanyaan ini lagi-lagi dijawab dengan gelengan kepala. Eunhyuk membuka tasnya, mengeluarkan sebuah kotak dimana ia menyimpan obat-obatan pribadinya, juga sepotong sandwich yang belum sempat ia makan. “Makan ini dulu.” Eunhyuk memberikan sandwich pada Hana. “Kau harus minum obat agar obatnya bisa bekerja.”

Hana membuka bungkusan sandwich, kemudian memakannya. “Oppa, kau membawa apa saja di dalam situ? Tasmu sudah seperti tas Doraemon. Hahaha.” Celotehan Hana membuat Eunhyuk ikut tertawa ringan. Gadis ini masih bisa tertawa dengan kondisi tubuh seperti itu.

“Seorang dancer dan penyanyi harus selalu membawa makanan dan obat-obatan pribadi. Obat demam, flu, sakit kepala, plester, juga perban. Kita tidak pernah tahu kapan kita terluka, jadi hal-hal semacam itu harus selalu siap sedia.” jelas Eunhyuk. Hana mengangguk-angguk tanda mengerti.

“Kau tidak ikut pemotretan?” tanya Hana.

“Bagianku sudah selesai tadi pagi. Aku orang pertama yang melakukan pemotretan.”

“Aku tidak suka gaya rambutmu. Kau terlihat… aneh.” ucap Hana setelah menemukan kata yang tepat untuk gaya rambut pirang Eunhyuk yang menutupi matanya.

“Jangankan kau, akupun tidak suka. Gaya rambut ini sedikit mengganggu pengelihatanku. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Konsepku seperti ini.”

Ah arraseo.. Kenapa konsep Siwon oppa seperti itu?” Hana tiba-riba menunjuk Siwon yang sedang berpose dengan mantel merah, dan celana hijau pendek ketat. Siwon bahkan tidak memakai atasan lain sebagai dalaman sebelum mantel, sehingga Hana bisa melihat jelas chocolate absnya.

“Karena ia bangga dengan tubuh indahnya. Bukankah ia selalu melakukan itu jika sedang menginap di dorm? Kau tidak pernah melihatnya?” tanya Eunhyuk.

“Untungnya tidak. Tapi aku tidak suka pria dengan tubuh berotot besar seperti itu. Aku malah lebih suka tubuhmu, oppa..”

Hening. Tidak ada jawaban dari Eunhyuk. Hana menatap Eunhyuk dan mendapati pria itu sedang memandanginya dengan mulut terbuka. Ia baru menyadari bahwa ia mengatakan sesuatu yang salah.

O-oppa.. Aniyeo.. Maksudku aku tidak suka tubuh yang terlalu besar. Aku lebih suka tubuh yang tidak terlalu besar, tapi berotot seperti tubuhmu. Jangan berpikiran macam-macam.” Hana memukul lengan Eunhyuk.

Eunhyuk tertawa. Sekilas kalimat Hana tadi mengandung dua makna. Ia tahu Hana tidak berpikiran yadong. Tapi mau tidak mau Eunhyuk tersenyum senang. Ada bagian dari dirinya yang disukai Hana. Hana menyukai tubuhnya.

“Jangan terlalu banyak menghabiskan waktu di gym. Nanti otot-ototmu jadi terlalu besar, dan ELF tidak suka.” protes Hana sambil memasukkan potongan terakhir sandwich ke dalam mulutnya.

“Arraseo..” Eunhyuk memberikan sebuah kapsul dan air mineral pada Hana. “Setelah minum itu, kau akan merasa lebih baik.”

Hana mengangguk, menuruti perintah Eunhyuk meminum obat itu dan menghabiskan setengah botol air mineral. “Gomawo..” ucapnya.

“Untuk?”

“Menolongku hari ini, sandwich, juga obatnya. Sandwichnya enak.” Hana memberikan senyum terbaiknya.

“Tidak usah sungkan seperti itu. Kita kan bukan dua orang yang baru saja saling mengenal. Hahaha.” Eunhyuk mengacak-acak poni Hana. “Aku ke toilet sebentar. Tunggu disini. Jangan kemana-mana.” Eunhyuk berlari ke arah toilet meninggalkan Hana sendirian. Sepuluh menit kemudian ia kembali ke tempat itu.

“Hana-ya, aku kem..” Eunhyuk tidak melanjutkan kalimatnya. Ia melihat seorang pria menggantikannya duduk di kursi yang ia tempati tadi. Hana bersandar di bahu pria itu, tersenyum mendengarkan apa yang dikatakan olehnya, dan terkadang terlihat tertawa ringan. Pria itu juga mengusap rambut Hana lembut. Pemandangan yang membuat hati Eunhyuk terasa sakit. Mati-matian Eunhyuk menyangkal pemandangan di depannya terlihat sangat romantis seperti apa yang sering dilihatnya di drama-drama. Mereka berdua terlihat sangat serasi. Kenapa harus Lee Donghae? Kenapa harus sahabat terbaiknya yang berada di sisi Hana? Kenapa bukan dia?

[To be continued]

Hello!

Finally FF ini selesai.. Special thanks to Kak Ai yang udah mau ngasih komentar dan ngedengerin ide-ide cerita-cerita yg munculnya kadang-kadang ga tau diri, tengah malem, bahkan subuh-subuh. Thanks a lot. :*

Makasih buat temen-temen yang udah meluangkan waktu buat baca tulisanku disini.. Aku harap temen-temen juga bisa meluangkan sedikit waktu juga kata-kata buat ngasih komentar di cerita ini, Endlessly dan You juga.. Tolong jangan cuma komentar di TRI3, tapi di FF yg non-TRI3 juga dikomentarin. ^^

Untuk sementara FF The Romantic & Idol Season III aku pending dulu, masih mikirin siapa yang cocok sama siapa, enaknya gimana ketemuannya walaupun di part sebelumnya udah dijelasin cewek-cewek cantik itu milih tempat pertemuannya dimana. Tolong lebih bersabar yaa.. ^^

Merci Beaucoup :3

The Romantic & Idol Season 3 – Drabble [choosing location]

WARNING!!!

THE ROMANTIC & IDOL SEASON III in this blog just a FAN FICTION!!!

ALL CAST AND INTERVIEW ARE NOT OFFICIAL FROM TvN!!

Don’t translate it to any language! Don’t copy it to your blog without ask me.

I wrote it based on my imagination, so please respect it.

Enjoy the story. Don’t be silent reader!! ^^
“Nah, Nicole-ssi, tempat mana yang akan Anda pilih?” tanya PD-nim.

“Aku memilih bus. Saat melihat Khun oppa di adegan tadi, sepertinya menyenangkan menunggu pasangan kita nanti naik ke atas bus yang kita naiki.” jelas Nicole.

“Hyuna-ssi?”

Ice skating.. Skating rink..” ujar Hyuna sambil mengedarkan pandangannya pada ketiga rekannya dan staf yang berada di ruangan itu.

“Kenapa memilih tempat itu Hyuna eonnie?” tanya Yoonjo

Leader 4Minute, Namji eonnie adalah fans Rain sunbaenim. Ia bahkan memilih lokasi dan cara yang sama di season 1 karena adegan itu diperankan oleh Rain sunbaenim. Jadi aku juga ingin membuat Namji eonnie senang dengan memilih lokasi itu. Hehehe.” jelas Hyuna.

Semua tertawa mendengar penjelasan singkat Hyuna. Gadis ini masih saja memikirkan membernya di sela-sela kesibukan jadwal pribadinya. Perhatian sekali.

“Bagaimana dengan Bora-ssi?”

“Aku tertarik dengan bianglala. Sudah lama sekali tidak pergi ke amusement park, jadi aku ingin sekali mencoba bertemu dengan pasanganku di bianglala.” jawab Bora.

“Berarti Yoonjo-ssi akan bertemu di perpustakaan. Bagaimana Yoonjo-ssi? Tidak keberatan?”

“Tidak, aku tidak keberatan. Aku kan bisa menunggu pasanganku sembari membaca buku untuk menghilangkan rasa gugupku nanti. Hahaha.” canda Yoonjo.

“Baiklah semua sudah diputuskan. Sampai jumpa 2 hari lagi di lokasi masing-masing.. Kamsahamnida..

Kira-kira diantara Eunhyuk, Siwan, Minhyuk dan Chanyeol, siapa yang akan bermain ice skating bersama Hyuna? Menempuh perjalanan bersama Nicole? Menikmati indahnya pemandangan dengan Bora? Dan bertemu Yoonjo di perpustakaan??

-To be continued-

Endlessly – Hello!

– SM Building, May 2011; 07:50 AM –

“Ah jinjja.. Apa-apaan ini, Teuki hyung memang menyebalkan! Bagaimana bisa dia menyuruhku datang ke gedung SM sepagi ini? Kenapa leader cerewet itu tidak bisa membiarkanku tidur lebih lama?” Eunhyuk menggerutu kesal. Dengan malas ia melangkahkan kakinya menuju ruangan Lee Soo Man. “Tapi kenapa aku disuruh ke ruangan sajangnim? Apa aku membuat kesalahan? Ah, aniyo, aniyo!”

Eunhyuk menghela nafas panjang kemudian mengetuk pintu, namja itu melangkahkan kakinya ke dalam ruangan CEO SM Entertainment setelah mendengar sahutan dari si empunya.

Annyeong haseyo sajangnim! ” sahut Eunhyuk lengkap dengan gummy smilenya. Rasa kesalnya pada Leeteuk tadi seketika hilang digantikan rasa gugup. Ia juga mendapati sang leader duduk di salah satu kursi bersama seorang gadis yang tidak terlalu jelas terlihat karena posisinya sedikit tertutup oleh tubuh Leeteuk.

“Eunhyuk-ssi!” suara Lee SooMan membuat Eunhyuk kembali mengalihkan fokus pada CEO SMent tersebut. “Aku ingin memperkenalkan seseorang padamu. Dia baru saja kembali dari luar negeri. Tolong kau ajari dia.” ujar Lee SooMan sambil tersenyum.

“Eh?? Saya?” Hanya kata itu yang keluar dari mulut Eunhyuk.

“Benar. Ia akan bergabung dengan tim dancer Super Junior. Kau akan jatuh cinta setelah melihat bakat menarinya, dia adalah salah satu anak kesayanganku.” lanjutnya.

“Ne sajangnim..” Eunhyuk mengangguk paham. Dalam hati ia berpikir, anak kesayangannya? Kenapa tidak ia debutkan saja kalau memang ia sangat menyukainya. Aneh sekali..

Annyeong haseyo Eunhyuk oppa!” Gadis itu maju beberapa langkah. Kini Eunhyuk bisa melihat wajahnya dengan jelas. “Mohon bimbingannya!” Senyuman terpulas di bibirnya seiring dengan nada ceria dari kalimat yang diucapkannya.

“Kau?? Park Hana? Kau kembali???

3 tahun yang lalu Hana harus pergi meninggalkan Korea Selatan secara mendadak. Dan hari ini, ia resmi kembali ke sini, dan tempat yang pertama dikunjunginya adalah gedung ini, gedung tempat ia menghabiskan masa kecilnya untuk merintis karir yang pada akhirnya harus terpaksa ia lepaskan, SM Entertainment.

“Sampai kapan kau akan berdiri disana, Hana-ya?”

Hana kenal betul dengan suara itu. Ia memalingkan pandangannya ke arah sumber suara. Tepat di balik pintu utama, Leeteuk sedang berdiri lengkap dengan senyum malaikatnya menatap ke arah Hana. “Oppa!” Hana menarik kopernya seraya berjalan mendekati kakak sepupunya itu. “Bogoshipoyo~” ucap Hana memeluk Leeteuk erat.

Leeteuk membalas pelukannya tidak kalah erat. “Nado! Aigoo, Park Hana-ssi sudah tumbuh menjadi gadis cantik rupanya.” goda Leeteuk, mengacak lembut poni Hana.

“Oppa, jangan menggodaku.”

“Arraseo.. Arraseo.. Bagaimana perjalananmu? Mianhae oppa tidak bisa menjemputmu di bandara.”

“Gwenchana! Aku tau oppa orang sibuk, hehe. Tidak lelah, aku senang bisa kembali kesini.”

“Kau sama sekali tidak berubah, tetap energic. Haha. Ayo, sajangnim sudah menunggumu.” Leeteuk membantu Hana membawakan kopernya. Mereka larut dalam perbincangan sampai-sampai obrolan kakak beradik itu harus ditunda karena ruangan Lee SooMan sudah berada di depan mata. Setelah mengetuk pintu, Leeteuk menarik Hana masuk.

“Annyeong haseyo!” Hana dan Leeteuk kompak membungkuk.

“Teuk-ah, Hana!” Lee Sooman bangkit dari kursinya untuk memeluk Hana. “How are you?”

“I’m great. Glad that  i can meet you again, sajangnim.” jawab Hana.

“Take a seat please.. Kau juga teuk-ah, duduklah. Aku juga senang bisa bertemu lagi denganmu lagi. Hahaha. Bagaimana perjalan kemari? Lelah?”

“Tidak sajangnim, saya bahkan sangat senang bisa kembali kesini.” Mereka bertiga berbincang-bincang, sesekali terdengar gelak tawa mengiringi perbincangan mereka.

“Hana-ya, apakah kau mau kembali ke dunia entertainment?” tanya Lee Sooman.

“Eh??” Hana yang bingung segera mengalihkan pandangannya pada Leeteuk, berharap kakak sepupunya itu akan menjelaskan padanya apa yang terjadi disini. Tapi hanya senyum yang ia dapatkan dari Leeteuk.

“Aku memintamu kembali agar kau menjadi trainee lagi. Bakatmu terlalu berharga untuk disia-siakan.”

Hana termenung. Ia tidak tau harus menjawab apa. Pikirannya kosong. Tenggorokannya tidak mampu mengeluarkan satu kata pun untuk menyanggah ataupun mengiyakan permintaan SooMan. Ia masih ragu apakah penyakit yang dulu merenggut impiannya tidak akan membuatnya terjatuh ke dalam lubang yang sama dua kali.

Dulu, saat sedang mempersiapkan debutnya bersama Luna dan Krystal, tiba-tiba saja ditemukan tumor ganas di tenggorokannya. Beruntungnya tumor itu baru tumbuh dan belum sempat menjalar ke seluruh tubuhnya. Kedua orang tua Hana lalu memutuskan untuk membawanya ke Amerika untuk pengobatan Mei 2007 silam. Setelah 2 tahun ia dinyatakan sembuh, dengan catatan bahwa tumor itu sewaktu-waktu masih bisa tumbuh.

“Kondisi saya setelah pengobatan itu tidak memungkinkan untuk bernyanyi dari panggung ke panggung sepanjang hari, terlebih lagi dengan jadwal padat memenuhi hari-hari setiap minggunya. Saya hanya takut penyakit itu akan kembali.”

SooMan mendengarkan dengan seksama. Sesekali ia mengangguk tanda mengerti. Ia juga tidak mau mengambil resiko kesehatan Hana. Tapi SooMan masih percaya bahwa terlalu sayang untuk membiarkan Hana tidak bergabung dengan SM, terlebih ia sendirilah yang menemukan Hana pada saat gadis itu sedang mengobrol dengan Leeteuk. Gadis cantik penuh aegyo, pintar menari, memiliki suara indah, dan juga cerdas. Hana memiliki paket komplit itu.

Hana sebenarnya ditrainee untuk menjadi leader f(x). Setiap hari ia selalu berlatih vokal bersama luna dan krystal. Suaranya? Jangan ditanya, suara Hana membuat suara Luna dan Krystal menyatu. Perpaduan suara mereka bertiga sempurna. Sayang sebuah penyakit harus merenggut mimpinya untuk berdiri di atas panggung.

“Lagipula sekarang aku lebih suka menari, aku menemukan jiwaku disana. Aku memang kehilangan salah satu mimpiku, tapi aku masih bisa berdiri di atas panggung dengan menari. Tanpa resiko penyakitku akan kambuh.” lanjut Hana.

“Bagaimana jika Hana bergabung menjadi tim dancer SM Entertainment?” akhirnya Leeteuk buka suara.

“Dancer?” tanya Sooman.

“Benar. Anda sudah tau kualitas dance Hana, tolong biarkan dia berdiri di atas panggung, walau hanya sebagai dancer. Hana juga bisa menjalani trainee juga terapi untuk pemulihan vokalnya. Dan sebenarnya Super Junior baru saja kehilangan salah satu dancer wanita karena dia menikah.”

SooMan mengangguk, mempertimbangkan tawaran Leeteuk. “Bagaimana Hana? Berminat?”

“Ini adalah ide yang sangat bagus, sajangnim. Saya tidak bisa menolak tawaran ini.” Hana tersenyum.

“Baiklah.. Selamat datang kembali di SM Entertainment trainee spesial, Park Hana. Selamat bergabung menjadi keluarga besar SM Entertainment lagi.” ujar Lee Sooman, menjabat tangan Hana sambil tersenyum senang.

– flashback –

“Eunhyuk oppa.. Apa aku akan seterkenal oppa setelah aku debut nanti?”

“Tentu saja. Kau ini cantik, menarik, suaramu bagus, dancemu sexy.”

“YA! OPPA!!”

“Hahaha aku hanya bergurau..”

[tapi kau memang cantik hana-ya]

***

“Kalau aku sudah debut nanti, berjanjilah kita berdua akan menari bersama di atas panggung!”

“Tentu. Nanti aku akan meminta mereka untuk mempersiapkan special stage untuk kita.”

“Jinjjayo?? janji yaa oppa!”

“Ne, aku berjanji..”

[aku berjanji akan membahagiakanmu park hana]

***

“Oppa. Kau baru saja bangun hah? Gaya rambut apa itu hahaha”

Wae??”

Sini aku rapikan.”

DEG! Kontrol detak jantungmu Lee Hyukjae!

“Nah sekarang oppa terlihat tampan hahaha”

***

“Hana-ya, gwenchana?”

“Ne gwenchanayo, hanya batuk-batuk.”

“Sejak kapan?”

“Minggu lalu. Gwenchana oppa. Jangan khawatirkan aku.”

“Tidak bisa. Ayo kita ke dokter!”

***

“Uljima..”

“Mereka bilang ada tumor di tenggorokanku dan aku tidak akan bisa bernyanyi lagi.”

[aku yang akan menyanyikan setiap lirik itu untukmu hana]

***

“Jaga dirimu baik-baik oppa..”

“Lekaslah sembuh dan kembali kesini..”

“Ne.. Gomawo.. Oppa, saranghae..”

“Nado saranghae Hana-ya..”

[kajima.. jangan tinggalkan aku..]

“Selain menjalani trainee, Hana akan bergabung sebagai tim dancer Super Junior. Lebih tepatnya dancer untuk solo stagemu dan Donghae, Eunhyuk-ssi.” jelas Lee Sooman. “Aku yakin kalian berdua bisa menghidupkan panggung dengan tarian kalian.” jelas SooMan.

Eunhyuk tersenyum mendengar penjelasan CEOnya itu. Gadis itu kembali. Hana berada tepat di depannya, tidak lagi terpisah jarak dan waktu. Ia kini bisa melihat wajahnya setiap hari, mendengar suaranya, bercengkrama bersamanya..

“Eunhyuk-ssi! Kau tidak memperhatikanku?” tanya Lee SooMan.

“Ah aniyeo sajangnim. Saya mendengarkan.”

“Kau terlihat sangat senang mendengar berita ini.”

“Ne. Saya sangat senang…” Eunhyuk mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Hana. “Welcome back, Hana”

[To be continued]

Hello!

Endlessly akan jadi cerita yang ngikutin schedule Eunhyuk & Super Junior

Dan akhirnya aku putusin darimana cerita ini berawal.

Senangnyaa part Hello udah selesai. kekeke~

Enjoy the story guys!

Jangan lupa komentarnya, don’t be a silent reader. ^^

You

taemin2

[Dorm SHINee. December, 19th 2012. 07.00 pm]

Taemin meneguk habis cokelat hangat yang dibuatkan Jonghyun. Pikirannya kacau. Ia berusaha kuat untuk melupakan kejadian tadi siang. Tapi seperti apa kata orang, semakin keras usahamu untuk melupakan sesuatu, semakin sulit pula hal itu dilupakan, malah akan terus-menerus berada dalam pikiranmu.

~~~

[SM Building, 01.00 pm]

Taemin dan Kai baru saja sampai di Gedung SM. Mau tidak mau mereka masuk melalui pintu belakang karena sudah banyak fans yang memenuhi pintu depan. Dan kini mereka sedang menuju ruang latihan dance.

Ketika keduanya tidak memiliki schedule, mereka memang sering berlatih bersama, atau hanya sekedar bertemu dan menikmati makan siang. Bagi Taemin, Kai bukan hanya sekedar teman. Ia sudah dianggapnya sebagai keluarga, sudah seperti adiknya sendiri, terlebih wajah mereka bisa dikatakan mirip. Begitu juga bagi Kai. Mereka sudah mengikrarkan diri sebagai sahabat sebelum keduanya sama-sama bergabung dengan SM Entertainment.

Dentuman musik terdengar dari balik pintu ketika mereka sudah sampai di depan ruang latihan, menandakan ruangan itu sedang digunakan. Tapi sedetik kemudian musik itu berhenti.

“Siapa yang sedang berlatih?” tanya Taemin pada Kai yang sedang mengintip dari kaca pintu.

“f(x) sunbaenim.”

“f(x)?”

Kai mengangguk. Taemin membuka pintu, membiarkan kepalanya masuk melalui celah pintu. Benar. Terlihat Victoria, Amber, Luna, Sulli dan Krystal baru saja menyudahi latihan mereka, dan saat ini sedang membereskan barang-barangnya.

“Taemin-ahh!” Luna melambaikan tangannya, tersenyum senang melihat maknae SHINee itu datang. Main vokal f(x) ini memang tidak pernah menanggalkan senyuman dari wajahnya walaupun ia sangat lelah. Ia seorang public figure, tentu saja ia harus bersikap ramah dimanapun dan kapanpun, karena fans kebanyakan tidak mau tahu kondisi idolanya sedang gembira atau sakit, begitu pikirnya.

Annyeong.. hehe..” Taemin membuka pintu lebih lebar, mendekati Luna dan melakukan hi-five dengannya. “Latihannya sudah selesai?”

“Yup. Sudah. Mau berlatih?” tanya Luna polos.

“Menurutmu aku kemari untuk makan? Hahaha” canda Taemin. Semua member f(x) tertawa mendengarnya.

“Kai! Kenapa kau hanya berdiri disana? Masuklah!” panggil Amber, membuat semuanya melihat ke arah Kai.

“Eh, ne.. Annyeong haseyo!” Kai membungkuk 90 derajat ke arah sunbaenya itu, lalu merapat ke posisi Taemin berdiri.

Selama ini selain dengan member EXO, Kai hanya bergaul dengan member boy group SMEnt, seperti DBSK, Super Junior dan SHINee. Dengan karakternya yang cukup pemalu, ia kurang bisa dekat dengan member girl group, terutama f(x). Ia cukup dekat dengan Amber, sisanya Kai hanya mengenal mereka sebagai seniornya.

“Kai annyeong!” Tiba-tiba sebuah suara memecah keheningan yang ditimbulkan Kai. Suara familiar Krystal yang sedang membereskan barangnya di sudut ruangan. Kai membalas sapaan itu dengan lambaian tangan, dan tentu saja senyuman. Ah, benar. Kai cukup dekat dengan Krystal sejak mereka melakukan pemotretan dan video singkat W Korea.

“Soojung-ahh! Kau tidak menyapaku?” tanya Taemin, berpura-pura memasang tampang kesal.

Nuguseyo??” sahut Krystal disusul tawa terbahak-bahak member f(x). Membuat Taemin juga ikut tertawa mendengar leluconnya. Ia tahu Krystal hanya bercanda.

Krystal kemudian bangkit dari duduk, menenteng tasnya, dan berlari ke arah Taemin kemudian merangkulnya. “Taeminnie oppa.. Mianhaeee… Aku hanya bergurau. Bbuing bbuing..” ucapnya.

Taemin terdiam. Melihat Krystal ber-aegyo dengan posisi yang cukup dekat dengannya membuat Taemin tidak bisa mengontrol detak jantungnya. Gadis ini membuatnya gila!

Arra. Jangan lakukan itu lagi didepanku. Aku sudah bosan melihat aegyomu itu Soojung-ahh! Hahaha.” jawab Taemin. Sekali lagi ruangan itu dipenuhi gelak tawa. Krystal pura-pura cemberut, tapi kemudian ikut tertawa.

Bohong! Taemin berbohong! Ia tidak akan pernah bosan melihat aegyo andalan Krystal itu. Senyumnya, gerak-geriknya, tawanya, wajahnya ketika sedang kesal, semua tidak pernah bisa Taemin lupakan. Bahkan ia bisa menggambarkannya hanya dengan menutup mata.

“Taemin, Jongin, berlatihlah yang benar. Kami pergi dulu karena ada jadwal lain menunggu.” ucap Victoria. “Fighting!” lanjutnya meninggalkan ruangan. Member yang lain mengikuti sang leader ke luar ruangan.

“Taemin oppa, Jongin, fighting!” ucap Krystal sambil ber-hi-five dengan Taemin dan Kai sebelum meninggalkan ruangan.

Dua jam berlalu. Kini peluh membasahi pakaian Taemin dan Kai. Mereka berdua sekarang sudah berada di ruang ganti pria.

“Jongin-ah, aku menyukai seseorang.” ucap Taemin memulai percakapan ketika ia sudah selesai mengganti pakaiannya.

Jeongmal? Nugu?”

“Seseorang. Haha”

“Eyy.. Sekarang kau main rahasia-rahasiaan denganku?”

“Haha ani, aniyo. Aku hanya belum bisa mengatakannya padamu. Hehe.”

Arraseo. Bagaimana wajahnya? Pasti cantik.” ucap Kai kemudian.

“Cantik. Sangat cantik, sekalipun ia tidak sedang tersenyum, dan kadang bersikap cuek padaku, tapi itu tidak membuatku berhenti memikirkannya. Entahlah. Hahaha.”

“Hebat! Aku jadi penasaran siapa gadis itu sebenarnya. Hahaha.” sahut Kai.

“Bagaimana denganmu? Adakah seseorang yang mencuri perhatianmu?” selidik Taemin.

“Hmmm… Sepertinya ada.”

“Jinjja? Sejak kapan??”

“Mungkin sekitar dua bulan yang lalu. Dia.. selalu bersikap baik padaku. Menyapaku terlebih dulu, mengobrol, bahkan mengajakku makan siang bersama beberapa kali. Kau tahu kan sikapku yang agak pemalu di depan orang lain? Tapi bersamanya membuatku nyaman.” Kai antusias menceritakan gadis yang disukainya.

Taemin pun merasa senang melihat sahabatnya menjadi ceria. Sudah sangat lama sejak mereka berdua mengenal apa yang namanya cinta. “Jadi, siapa gadis itu?” tanya Taemin sembari membetulkan tali sepatunya.

“Krystal Jung.” jawab Kai riang. Tapi ekspresi yang sama tidak terlihat di wajah Taemin. Wajahnya memucat. Taemin seperti merasakan aliran darahnya berhenti mengalir, dan otaknya berhenti berpikir. Hatinya terasa sakit.  Bagaimana bisa ia dan Kai menyukai gadis yang sama??

“A-ah.. Krystal..” sahut Taemin terbata.

Wae?” tanya Kai.

Aniyo. Berjuanglah. Kau pasti bisa mendapatkannya. Siapa sih yang berani menolak visual EXO? Haha” Taemin mencoba menyembunyikan rasa kagetnya dengan tawa. Dan ia yakin betul tawa itu terdengar sangat dipaksakan. Tapi sepertinya Kai tidak menyadari itu.

Gomawo! Aku berencana menyatakan perasaanku dalam waktu dekat. Hehe.. Ngomong-ngomong, aku sudah harus pulang. Suho hyung sudah mengirimiku pesan. Kau mau ikut bersamaku atau bagaimana?” tanya Kai sambil menekan-nekan ponselnya.

“Tidak. Aku masih ingin disini sebentar.” tolak Taemin.

“Tunggu! Kau terlihat pucat. Kau sakit?”

Ani. Gwenchana. Kelelahan mungkin. Tidak usah khawatir.”

Jinjja?”

Ne.. Pulanglah sebelum hyung-hyungmu mengira kau hilang. Haha.” canda Taemin.

“Oke. Aku duluan. Sampai jumpa nanti!” Kai menepuk bahu Taemin, lalu meninggalkan ruangan.

Taemin memegang dada kirinya. Terasa sakit. Ia juga merasakan pandangannya mulai berkunang-kunang. Ia mengeluarkan ponselnya, kemudian menekan nomor yang sudah ia hafal diluar kepala.

Yoboseyo..”

Ne.. Taemin-ahh! What’s up?”

Hyung.. bisa jemput aku di gedung SM? Aku merasa tidak enak badan. Kepalaku sakit.”

“Tunggu disana. Aku akan sampai dalam 10 menit.”

Gomawo Jonghyun hyung.”

Ne!” sambungan terputus.

[Dorm SHINee, 10.00 pm]

Taemin menimang-nimang ponselnya. 5 menit yang lalu ia menerima sebuah pesan dari Kai, yang menyatakan bahwa ia sudah resmi menjadi kekasih Krystal. Dan Taemin tidak berniat membalas pesan itu. Ia hanya membacanya. Pikirannya masih kacau. Tadi Jonghyun hanya membuatkannya cokelat hangat setelah menjemputnya dan membawa Taemin kembali ke dorm SHINee. Jonghyun tidak bisa menemani Taemin karena ia mempunyai janji lain. Sudah 5 jam ia berada di dorm sendirian. Ia mulai merasa bosan.

“Taemin-ah!! Kami pulang!” Terdengar suara Key, dan tiba-tiba ia sudah muncul di kamar Taemin dan Jonghyun. “Ku dengar kau tidak enak badan. Gwenchana?” tanyanya.

Gwenchanayo. Hanya kelelahan hyung.”

“Mau kupanggilkan dokter?” tanya Key.

“Aniyo. Aku baik-baik saja.”

“Wajahmu pucat.” ucap Minho yang baru saja memasuki kamar, mendekati Taemin dan langsung menempelkan tangan kirinya di kening Taemin. “Kibum-ah. Tolong ambilkan termometer, juga es dan handuk kecil. Ia demam.” sahut Minho.

Key yang mendengar itu langsung berdiri, menerobos diantara celah Onew dan Jonghyun yang berdiri didepan pintu. Menyiapkan apa yang diminta Minho.

“Aku akan meminta manager hyung membatalkan jadwal Taemin besok.” sahut Onew tiba-tiba sambil menekan-nekan ponselnya, berusaha menelpon manager SHINee, tapi Jonghyun menghentikannya.

“Tidak ada jadwal untuk besok hyung, schedule kita besok hanya latihan untuk Arena Tour.” sahut Jjong.

“Ah benar! Aku lupa. Ya sudahlah, setidaknya Taemin bisa beristirahat.” lanjut Onew.

Key kembali dengan membawa banyak barang di tangannya. Minho dengan sigap meletakkan handuk yang sudah dicelupkan ke air es di dahi Taemin. Lalu Key memasukkan ujung termometer ke mulut maknaenya. Ia juga membuatkan susu  hangat yang ditaruh di meja sebelah tempat tidur.

“Taeminnie, kau sudah makan?” Pertanyaan Jonghyun hanya dibalas dengan gelengan dari Taemin.

“Ada sesuatu yang ingin kau makan? Biar kami belikan.” tawar Onew. Kali ini Taemin mengangguk senang.

“Kau ingin makan apa?” Key mencabut termometer dari mulut Taemin agar ia bisa berbicara.

“Samgyeopsal!”

Key menjitak Taemin pelan. “Aigoo.. Dengan demam 36.5 derajat, nafsu makanmu tetap sama ya.” Taemin hanya terkekeh mendengar itu.

“Gwenchana. Ayo kita belanja Kibum-ah..” ajak Jonghyun.

“Bolehkah aku ikut? Aku ingin membeli ayam.” tanya Onew polos.

“Kajja kajja hyung!” tarik Jjong. “Ayo kita beli bahan-bahan samgyeopsal dan juga ayam goreng!” lanjutnya.

“Minho-ya! Jaga Taemin oke? Kami tidak akan lama!” seru Key. Terdengar bunyi pintu ditutup setelah itu.

Taemin tersenyum senang membayangkan ia akan makan makanan kesukaannya, daging. Hyungnya memang selalu bisa membuatnya senang.

“Kali ini ada apa?” Minho memecah keheningan. Ia mengambil handuk di dahi Taemin, mencelupkannya ke wadah yang berisi air es, lalu meletakkannya kembali di dahi Taemin.

Taemin memang tidak pernah bisa menyembunyikan apapun dari Minho. Minho bisa tahu ada yang tidak beres dengan maknaenya hanya dengan sekali lihat.

“Aku… patah hati.” Taemin buka suara.

“Krystal?” tebak Minho.

“Eh? Hyung? Bagaimana kau bisa tahu??” Taemin kaget mendengar tebakan hyung kesayangannya.

“Aku tidak bodoh. Tentu saja aku tahu, dasar bocah! Hahaha!” Minho tertawa. Taemin ikut tertawa. Tentu saja, Minho adalah hyung yang paling dekat dengannya. Pasti Minho memperhatikan gerak-gerik Taemin.

“Jadi Krystal menolakmu?” lanjut Minho.

“Aniyo. Bahkan aku belum menyatakan perasaanku.”

“Lalu?”

“Seseorang juga menyukainya. Orang terdekatku.”

“Siapa? Aku? Aku tidak menyukainya..” sahut Minho.

“Babo! Tentu saja bukan kau, hyung!”

“Hehehe. Kukira aku. Jadi siapa orang itu? Yang merebut Krystal darimu?”

“Tidak bisa disebut merebut hyung. Ia tidak tahu kalau aku juga menyukai Krystal.”

“Ah, begitu rupanya. Jadi siapa dia?”

“Jongin.” jawab Taemin singkat.

“Pfftt.. Jadi kau dan Jongin menyukai gadis yang sama? Hahaha.”

“Hyung.. jangan tertawa..”

“Arraseo.. Jadi apa yang akan kau lakukan?”

“Mendukungnya. Apa lagi? Aku tidak ingin merusak persahabatanku dengannya.”

“Aigoo.. Uri Taeminnie sudag besar. Hahaha. Keputusanmu sudah benar Taeminnie. Di luar sana masih banyak gadis, jangan mengorbankan persahabatanmu hanya demi seorang gadis. Itu tidak baik.”

“Ne hyung..”

“Ah! Aku ingat! Kau kemarin juga memuji penampilan Apink kan? Siapa? Naeun-ssi? Eunji-ssi? Hahaha!” goda Minho.

“Hyung berhenti menggodaku!” Taemin melemparkan bantal disampingnya pada Minho.

“Tapi aku serius Taemin-ahh.. Kau sudah dewasa, jangan sampai hal ini mempengaruhi persahabatanmu dengan Jongin, terutama performance SHINee. Kau harus kuat! Kau ini pria!”

“Aku mengerti hyung..”

“Kami pulang!” sahut Onew. “Membawa ayam!” lanjutnya. Leader ini memang tidak bisa melepaskan diri dari cinta pertamanya, ayam!

“Minho-ya! Bantu aku mencuci sayuran!” teriak Jonghyun dari dapur.

“Ne!” jawab Minho, juga berteriak. “Nah, aku akan membantu hyungdeul memasak. Kau istirahatlah dulu, nanti akan kupanggil jika makanannya sudah siap.”

“Ne hyung. Gomawo!”

“Gwenchana. Itu bukan hal yang besar. Habiskan susumu sebelum Kibum masuk dan menemukan kau belum menghabiskannya. Ia akan mengomel nanti.

“Ne!”

Setelah Minho pergi, Taemin berusaha memejamkan matanya, tapi gambaran sosok Krystal langsung terlihat. Ia kini mencoba menutup kedua telinganya dengan telapak tangan, tapi suara Krystal tetap terdengar. Tapi lama-lama ia menyadari bahka bayangan dan suara itu sedikit demi sedikit memudar. I will let you go, Krys. I’ll let you go..

“Taemin! Keluar! Ayo makan!” Teriakan Key menyadarkan Taemin.

“Ne hyung!” Ia berlari keluar kamar. “Aaaaaa samgyeopsaaaall!!! Selamat makaaan!!” ucapnya ceria!

Kali ini aku nulis FF sebagai hadiah ulang tahun ke 20 tahun Taemin!

Ini versi revisi ya. Agak beda sama postingan YOU yang pertama.

Enjoy the story~ Don’t forget to comment! Don’t be a silent reader please.. ^^

Once more, Happy Birthday SHINee’s maknae, LEE TAEMIN!!